Salam Redaksi


Referensi Sampling:

pengantar-sampling

sampel-acak-berstrata

pps

cluster1

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Beberapa waktu yang lalu, salah satu shohib bertanya bagimana menghitung gini ratio atau rasio gini (tapi bukan rasio bini…). Lewat milis statistika its, ternyata menghitung gini ratio tidak sesukar teorinya. Kalau ingin jelas teori penghitungan gini ratio klik file berikut. (gini-ratio.doc)

Setelah memahami teorinya, berikut worksheet penghitungan gini ratio. Data yang digunakan hasil survei Sosial Ekonomi Nasional di Provinsi Papua Barat Tahun 2007.  Worksheet ini bisa dikerjakan di exel. Anda bisa mengunduh file ini. (gini-ratio.pdf) (more…)

Angka pengangguran dipublish Badan Pusat Statistik (BPS) dua kali dalam setahun. Semester pertama menggambarkan kondisi pengangguran di bulan Februari. Semester kedua menggambarkan situasi pengangguran di bulan agustus. Angka pengangguran merupakan salah satu “rapor” pemerintah dalam memenuhi janji kampanye menyediakan lapangan pekerjaan.

Angka pengangguran nasional (Indonesia) 8,40 persen. Sementara itu angka pengangguran di Papua Barat lebih tinggi lagi, 9,30 persen. Di bandingkan kondisi Agustus 2007, angka ini menunjukkan kenaikan 14,17 persen dan naik 2,98 persen dibandingkan kondisi Februari 2007. (more…)

Memasuki masa pemilihan umum, banyak janji ditebarkan si calon “pemimpim” baik calon presiden, calon gubernur, maupun calon walikota atau bupati. Salah dua janji yang sering dilontarkan adalah pendidikan dan kesehatan gratis. Dua sektor ini memang sangat menyentuh sebagian besar rakyat kita. Padahal secara tidak langsung, janji pendidikan dan kesehatan gratis dari calon incumbent menunjukkan ketidakberhasilannya dalam membangun manusia di tanah air selama kepemimpinannya.

Tengoklah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dilaporkan UNDP. Kita berada jauh di belakang negara-negara berpenduduk terbesar di dunia seperti China, India, dan Amerika. Kita juga masih tertinggal dibandingkan negara Singapura, Philipina, Malaysia, dan Bruney Darussalam. Rasanya, 63 tahun merdeka belum bisa membangun apa-apa, hanya keberhasilan demokrasi saja yang kita usung dengan menelan triliunan rupiah melalui pertarungan para pemimpin dalam menduduki kursi panas presiden, gubernur, atau bupati/walikota. Sementara rakyat harus berjuang sendiri mengentaskan kemiskinan yang melilitnya, berusaha sekuat tenaga agar tetap bersekolah untuk merubah nasibnya, atau mengais sejumput rezeki di tengah kekhawatiran kejaran trantib yang dipesan untuk memperindah kota agar si kaya tidak terganggu pemandangannya saat berkendara. (more…)

Bismillah, dengan mengagungkan asma Alloh, blog statistikaterapan.wordpress.com. diharapkan menjadi pemicu bagi penulis untuk lebih banyak lagi beramal jariyah berupa ilmu yang bermanfaat khususnya terkait ilmu statistika terapan.

Salam,

Suryana.

Rata-rata dan median merupakan dua ukuran pemusatan data. Keduanya mempunyai karakter yang berbeda. Rata-rata sangat baik digunakan apabila data dalam kondisi normal, tidak terdapat pencilan, tidak menceng. Rata-rata sangat dipengaruhi pengamatan pencilan. Sebagai contoh, dari 1, 3, 4 dan 2 diperoleh rata-rata 2,5. Apa yang terjadi jika kita tambahkan datum 10 pada sekumpulan data tadi? Rata-rata kini menjadi 4, berbeda dari data sebelumnya.

Berbeda dengan rata-rata, median lebih resisten terhadap pengamatan pencilan. Data di atas setelah diurutkan mejadi  1, 2, 3 dan 4. Di sini median sama dengan 2,5. Setelah ditambah datum 10, urutan data menjadi 1, 2, 3, 4, dan 10. Mediannya kini menjadi 3. Median 3 lebih dekat ke 2,5 daripada rata-rata 4. Mengapa demikian? (more…)

Mencermati angka-angka yang dipublis BPS cukup menarik. Setiap bulannya, BPS senantiasa memberi informasi pada kita tentang indikator ekonomi bangsa ini. Pertumbuhan ekonomi, angka inflasi, indeks harga konsumen dan lain-lain. Bagi masyarakat awam, apa artinya angka-angka itu? Lain halnya bagi pelaku ekonomi, angka-angka itu penuh makna. Apatah lagi bagi politikus khususnya bagi pihak oposisi. Semua data BPS difitnah “pesanan pemerintah,” benarkah? (more…)