Salah satu tahapan penting dalam kerangka sampel area adalah pemilihan sampel segmen. Setiap wilayah akan dibagi habis sebanyak grid berbentuk bujur sangkar yang berukuran 6 km x 6 km yang di dalam KSA disebut blok. Selanjutnya setiap blok dibagi habis menjadi 400 sub blok berukuran 300 m x 300 m yang di dalam KSA disebut segmen. Untuk mendapatkan 5% sampel dari luas populasi, paling sedikit 20 segmen harus dipilih dengan memperhatikan jarak ambang untuk menghindari penumpukan sampel dalam daerah tertentu saja. Apabila dalam pengacakan terdapat 2 segmen atau lebih yang bergandengan (berdekatan) satu dengan yang lain, maka hanya satu saja yang diputuskan menjadi sampel segmen. Ambang jarak yang dikenakan dalam pekerjaan ini adalah minimal 1 km jarak antara satu sampel segmen dengan segmen yang lainya. Istilah sampling terhadap proses ini disebut Systematic aligned sampling with a distance threshold.

Pada artikel kali ini, akan diutarakan bagaimana pemilihan 20 sampel segmen dari 400 segmen dalam satu blok dengan memperhatikan kaidah-kaidah berikut:

  1. Ambang batas jarak sampel segmen terpilih dengan sampel segmen terpilih lainnya minimal 1 km;
  2. Replikasi pola segmen terpilih dalam satu blok pada blok lainnya juga menghasilkan jarak antar sampel segmen minimal 1 km.

Perhatikan tahapan-tahapan pemilihan sampel area berikut:

1. Pemberian Label Segmen

Berikan label koordinat baris dan kolom mulai dari (1,1) = 001, (1,2) = 002, … , (20,20) = 400.

Segmen-1

2. Pemilihan Sampel Segmen Pertama

Pemilihan sampel segmen pertama bisa menggunakan tabel angka random, angka random kalkulator, atau fungsi RANDBETWEEN(1,400) pada excell. Misal angka acak pertama adalah 111 yang berarti jatuh pada koordinat (6,11). Karena jarak antar pusat segmen dengan pusat segmen lain berjarak 300 m, maka jarak diagonal antar segmen adalah 424,26 m. Dengan ambang jarak minimal radius 1 km maka label segmen ke-51, ke-69, hingga ke-171 pada masing-masing koordinat (3,11), (4,9), hingga (9,11) tidak boleh terpilih pada pemilihan sampel segmen yang kedua. Untuk lebih jelasnya, segmen yang tidak boleh terpilih diberikan tanda silang dan diberi shading merah.

Segmen-2

3. Pemilihan Sampel Segmen Kedua

Pemilihan sampel segmen kedua dilakukan dengan memilih angka random berikutnya. Penulis memanfaatkan fungsi RANDBETWEEN(2,400) pada aplikasi Excell yang menghasilkan angka acak 163. Artinya koordinat terpilih adalah (8,13). Karena koordinat (8,13) jatuh di zona merah maka pemilihan angka acak diulang dan menghasilkan 101 pada koordinat (6,1). Karena segmen pada koordinat (6,1) di luar zona merah maka segmen ini terpilih sebagai sampel segmen kedua. Selanjutnya berikan shading merah pada segmen di sekitar koordinat (6,1) pada radius 1 km seperti pada Gambar 3. Area merah yang berada di luar blok harus dicerminkan sehingga masuk pada area blok. Hal ini untuk menjaga agar pada saat replikasi sampel segmen pada blok lainnya tetap menghasilkan sampel segmen dengan jarak minimal 1 km.

Segmen-3

3. Pemilihan Sampel Segmen Ketiga sampai dengan Sampel Segmen Ke-20

Dengan langkah yang sama pemilihan sampel segmen diteruskan sehingga 20 segmen akan terpilih sebagai sampel area. Berikut disajikan gambar-gambar pemilihan sampel segmen ketiga sampai dengan ke-20.

Segmen-4

Segmen-5

Segmen-6

Segmen-7

Segmen-8

Segmen-9

Segmen-10

Segmen-11

Segmen-21

Dengan terpilihnya 20 segmen sebagai sampel area maka terbentuk pola sampel segmen dalam satu blok sebagai berikut:

sampel segmen

Dengan pola seperti ini maka sampel segmen terpilih tidak akan ada yang berimpit dan menumpuk di suatu wilayah tertentu. Selain itu, sampel segmen terpilih dijamin memiliki jarak paling dekat 1 km pada saat pola sampel segmen terpilih direplikasi pada blok lainnya. Contoh replikasi pola sampel segmen terpilih seperti pada Gambar di bawah ini.

Contoh penerapan segmen