Berkecimpung di dunia statistik sejak duduk di bangku kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Untuk dikatakan expert belum. Saat ini masih dalam proses mendalami statistik.

Bosan dengan hasil analisis selama ini, ingin rasanya mencoba hal baru. Lalu, seorang teman seperjuangan di tanah Papua yang saat ini bertugas di BPS pusat menyarankan untuk mencoba hal baru “Making Data Meaningful”.

Dengan bantuan mbah Google, penulis disajikan beragam sumber bagaimana membuat data lebih bermakna. Dengan bahan yang didapat dari link-link yang ada diperoleh kesimpulan bahwa hal-hal sederhana dalam mengolah dan menyajikan data menjadikan statistik memiliki cerita di balik angka-angka.

Cerita di balik angka inilah yang seringkali penulis lalaikan saat menyajikan data baik melalui rilis BRS atau membawakannya dalam seminar atau lokakarya. Kadang serasa menjadi seorang autis ketika kita menyajikan data hanya mengacu pada segambreng indikator tanpa memperhatikan keterkaitan satu indikator dengan indikator lain.

Di tengah-tengah pencarian pemaknaan data, penulis dapati laporan sebuah survei kesehatan dari Biro Statistik Amerika. Series data disajikan dari tahun ke tahun. Setiap perbedaan data diuji secara statistik apakah peningkatan atau penurunan angka signifikan. Pembaca tidak akan tertipu oleh angka-angka yang disajikan dengan kekuatan statistik apa adanya.

Adalah menjadi renungan kepada kita yang bergelut di dunia statistik apakah kita telah berupaya segenap hati mencerdaskan pengguna data dengan Statistik? Jika angka kemiskinan turun misal 0,3 persen poin, apakah penurunannya signifikan? Jika angka melek huruf penduduk dewasa naik 1 persen poin apakah kenaikannya signifikan? Hemat saya, perlu penegasan BPS setiap perubahan angka apakah signifikan atau tidak. Wabil khusus jika angka-angka yang disajikan bersumber dari suatu survei.