Jumat, 3 Maret 2012 lalu, penulis kedatangan konsultan UNICEF bernama Ikhtier. Selama enam hari, penulis memperoleh pengetahuan baru bagaimana proses pengolahan data dengan menggunakan CSPRo dan dilanjutkan dengan tabulasi data menggunakan SPSS. Salah satu “jurus” baru SPSS yang diajarkan adalah penggunaan syntax.

Pada posting kali ini, penulis akan membagi pengetahuan yang diperoleh dari statistics capasity building (SCB) selama enam hari itu. Pertama, bagaimana menjalankan beberapa syntax SPSS sekaligus tanpa membukanya terlebih dahulu. Kedua, bagaimana menyimpan output SPSS baik dalam format SPSS maupun dalam format excell.

Sebelum SCB dengan Mr. Ikhtier, penulis terbiasa menjalankan syntax satu per satu hingga seluruh syntax selesai dijalankan. Sebagai contoh, dalam penghitungan kemiskinan, penulis membutuhkan 8 syntax terpisah. Kedelapan syntax penghitungan kemiskinan itu terdiri dari: 1) Syntax pemilihan populasi referensi, 2) syntax pemilihan basket makanan, 3) pemilihan syntax pemilihan basket non makanan, 4) syntax penggabungan basket makanan ke populasi referensi, 5) syntax penggabungan basket non makanan ke populasi referensi, 6) syntax penghitungan garis kemiskinan makanan, 7) syntax penghitungan kemiskinan non makanan, dan terakhir syntax penghitungan garis kemiskinan. Bagaimana menjalankan kedelapan syntax tersebut sekaligus?

Ternyata, untuk menjalankan beberapa syntax SPSS, cukup menggunakan perintah “INCLUDE” dan diikuti dengan lokasi syntax yang akan dieksekusi. Untuk contoh di atas, penulis membuat file syntax baru yang berisi:

include “D:\Kemiskinan Maret 2011\1. Syntax Populasi Referensi 91.sps”.

include “D:\Kemiskinan Maret 2011\2. Syntax Basket Makanan 91.sps”.

include “D:\Kemiskinan Maret 2011\3. Syntax Basket Bukan Makanan 91.sps”.

include “D:\Kemiskinan Maret 2011\4. Syntax Gabung Basket Makanan 91 ke Pop Ref.sps”.

include “D:\Kemiskinan Maret 2011\5. Syntax Gabung Basket Bukan Makanan 91 ke Pop Ref.sps”.

include “D:\Kemiskinan Maret 2011\6. GKM 91.sps”.

include “D:\Kemiskinan Maret 2011\7. GKNM 91.sps”.

include “D:\Kemiskinan Maret 2011\8. GK 91.sps”.

Dengan perintah tersebut, penulis tidak perlu lagi membuka satu demi satu syntax penghitungan penduduk miskin.

Untuk menyimpan output SPSS, bisa menggunakan perintah “OUTPUT SAVE” untuk menyimpan file dalam format SPSS dan perintah “OUTPUT EXPORT” untuk menyimpan file output dalam format selain SPSS, misalnya excell. Contoh penggunaan kedua perintah tersebut sebagai berikut:

* Create the SPSS output.

output save outfile = “D:\Kemiskinan Maret 2011\Tabel Kemiskinan Papua Barat.spv”.

* Export Output into an excel file.

output export

/contents export = visible layers = printsetting modelviews = printsetting

/xls documentfile = “D:\Kemiskinan Maret 2011\Tabel Kemiskinan Papua Barat.xls”

operation = createfile

location = lastcolumn notescaptions = yes.

Sampai di sini dulu, sharing syntax SPSS yang baru saja penulis ketahui. Selamat mencoba dan Semoga bermanfaat.