Site ini berisi kumpulan teori dan analisis statistik mutakhir. Fokus utama pada penerapan statistik. Namun, penerapan tanpa didasari teori statistika yang baik juga kurang tepat. Sebab, statistik hanya alat. Pengguna alat harus tahu kapan dan di mana menggunakan alat itu.
Fokus utama kajian pada analisis multivariat. Multivariat menganalisis variabel yang saling terkait. Fenomena yang kita hadapi hampir tidak ada yang berdiri sendiri. Bentuk analisis multivariat banyak sekali. Diantaranya, multivariat regresi, analisis komponen utama, analisis faktor, pengelompokkan, konjoin dan lain-lain.
Penulis lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta pada akhir tahun 2001. Tahun 2006, penulis mendapat tugas belajar dari BPS ke ITS, Surabaya tuk mengambil program pasca sarjana statistika. Tugas belajar dapat diselesaikan pada tahun 2008 dengan Tesis bertema analisis diskriminan robust dengan menggunakan penaksir Minimum Covariance Determinant dan The Minimum Weighted Covariance Determinant.
Syukur Alhamdulillah, bulan Maret tahun 2008 bersama 21 teman BPS-ITS Angkatan I kami diwisuda di Kampus kami tercinta, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
Kepada DR. M. Mashuri dan Ibu Ekaria, M.Si selaku pembimbing, penulis haturkan terima kasih. Kepada seluruh civitas akademika ITS program magister statistika juga tidak luput dari ucapan terima kasih.
Sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi, blog ini dipersembahkan bagi siapapun yang dapat memanfaatkan informasi yang disajikan.
Semoga bermanfaat.
February 1, 2008 at 1:07 am
Salam kenal,
bisakah diberi contoh penerapan aplikasi untuk berbagai bidang? misalnya
# penerapan statistika dalam bidang asuransi
# Biostatistika atau biometrika (penerapan statistika dalam ilmu biologi)
# Statistika bisnis
# Ekonometrika
# Psikometrika
# Statistika sosial
# Statistika teknik atau teknometrika
# Fisika statistik
# Demografi
# Eksplorasi data (pengenalan pola)
# Literasi statistik
# Analisis proses dan kemometrika (untuk analisis data kimia analis dan teknik kimia)
atau mungkin penerapan metode statistika dalam berbagai bidang.
Terima kasih.
February 1, 2008 at 3:25 pm
Salam kenal kembali. Senang rasanya mendapatkan teman diskusi seperti Mas Arif. Saya yakin, Mas Arif mengerti banyak tentang statistika.
Statistika lebih tepat jika dikatakan selain ilmu juga seni dalam sebuah proses pemecahan masalah yang didasarkan pada data. Manusia sesungguhnya telah diberi insting atau naluri. Dengan statistika melalui probabilitasnya atau stokastiknya insting dan naluri itu direalisasikan melalui sejumlah bukti empiris. Dengan demikian setiap pemecahan masalah, kesalahan pengambilan keputusan dapat diminimalkan.
Permasalah yang akan diselesaikan dapat ditemui hampir disemua bidang kehidupan. Sebagai contoh, saat pemilihan presiden, pemilihan gubernur atau pemilihan bupati/walikota peran ‘Quick Count’ meningkat. Hampir dipastikan di mana ada Pilpres atau Pilkada di situ ada ‘Quick Count’-nya. Quick Count adalah salah satu terapan statistik dalam politik. Sampai saat ini, ketepatan Quick Count masih bisa dipertanggung jawabkan.
Contoh lain, pergerakan bursa saham yang sepertinya acak telah dipelajari dalam statistika pasar modal. Sifat ’stokastik’ yang melekat pada pergerakan harga saham menarik untuk dikaji. Dengan kajian stokastik, ketidakteraturan itu ternyata mengandung keteraturan juga. Kita mengenal gerak Brownian, Random Walk, dll.
Begitu juga dengan perkembangan manusia sendiri. Jumlah dan komposisi penduduk menjadi kajian statistik tersendiri. Kita mengenalnya melalui ‘Demografi’. Tanpa statistik, demografi tidak akan berkembang seperti saat ini. Setiap 10 tahun, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan sensus penduduk. Perkembangan penduduk tiap tahunnya dipantau melalui survei-survei tahunan seperti SUSENAS, SDKI, SKRT, dll.
Saat ini, eksplorasi data menarik minat siapa saja yang bergelut dengan data. Kita mengenalnya melalui ‘Data Mining’. Dengan adanya Data Mining, Statistika tidak lagi hanya diturunkan melalui ‘Theory Driven’ tetapi ‘Data Driven’. Biarkan data memberi informasi apa saja kepada kita. Statistika tidak saja berkutat di penurunan rumus saja tetapi sudah berkembang pesat hingga kita mengenal jaringan syaraf tiruan, Fuzzy, SVM, Regresi Non Parametrik, dll.
Mudah-mudahan, dengan contoh-contoh di atas dapat mewakili terapan statistik di bidang kehidupan lainnya.
April 25, 2008 at 7:41 am
bisa beri contoh penerapan statistika dalam bidang ekonomi, khususnya bursa saham???
apa yang dimaksud dengan analisis kojoin?
terima kasih sbelumnya…
April 29, 2008 at 10:28 am
Terima kasih tuk kunjungan Dewi Kurnia Sari. Bursa saham senantiasa berubah. Perubahan bursa saham sangat cepat mungkin dalam hitungan detik harga saham tertentu bisa berubah. Dewi bisa memanfaatkan analisis time series untuk mengamati perubahan bursa saham. Tentunya dengan menyesuaikan dengan sifat-sifat bursa saham, kita dapat mencari model terbaik yang bisa digunakan untuk mengamati pergerakan harga saham di waktu mendatang. Detile pembahasan ini, bisa ditemukan di buku-buku stokastik atau time series atau yang lebih khusus membahas statistik bursa saham atau keuangan.
Analisis konjoin (Conjoint analysis) merupakan salah satu metode multivariat yang digunakan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk yang ditawarkan atau yang akan ditawarkan. Sebagai contoh, operator seluler ada telkomsel, indosat, xlindo, friend, dll. Jika kita ingin mengetahui preferensi konsumen dalam memilih jenis kartu yang digunakan kita bisa menggunakan analisis konjoin. Tentukan faktor apa yang menyebabkan konsumen lebih suka terhadap kartu tertentu. Misal faktor harga telpon, jernih suara, harga sms, dll. Misalnya harga sms ada yang 88, 40, 99, 150, atau 350. Jernih suara ada yang jernih dan tidak jernih. Harga telpon ada 1200, 240, 600. Kemudian, kepada beberapa konsumen ditawarkan beragam karakteristik kartu tadi. Dari jawaban konsumen kita dapat mengambil kesimpulan konsumen lebih tertarik menggunakan kartu tertentu karena misalnya harga smsnya murah, harga telponnya murah, suara jernih. Kesimpulan itu didapat dari analisis konjoin.
Jika Dewi memerlukan referensi conjoint analysis, silakan hubungi penulis via email. Demikian, Terima kasih.
May 12, 2008 at 7:30 am
salam kenal,
bisakah saya mendapatkan referensi tentang segala sesuatu tentang analisis multivariat, metode-metodenya, dan cara penggunaannya.. terima kasih, kalo ada boleh di kirimkan referensinya via email
terima kasih sebelum dan sesudahnya
June 16, 2008 at 4:40 am
Apa kabar? Salam buat kawan2 dari STIS yang lagi belajar di ITS ya…
Saya sedang mencari referensi tentang menghitung rata-rata pertumbuhan ekonomi (lima tahunan), Bisa gak dijelasin mengenai metode2 yang bisa digunakan untuk menghitung rata-rata pertumbuhan ekonomi, kekurangan dan kelebihan masing2 metode bagaimana ?Terima kasih banyak sebelumnya. Secepatnya ditunggu balasannya, kalo bisa ke email aja ya
September 3, 2008 at 4:27 am
Salam kenal, ane Abdul Aziz Nurussadad..
Mahasiswa Statistika IPB…
Baru aja masuk belajar Statistika di Semester ini….
di Blog ane, ane menulis tentang kuliah ane, kopipes dari materi kuliah yang dikasih doen ane… Karena ane benar2 baru belajar Statistika..
Mohon kritik dan sarannya…
September 3, 2008 at 4:58 am
Salam kenal juga. Semakin banyak insan yang membagi ilmu moga bangsa kita makin banyak yang ikhlas menjadi faham. Dalam hal ini, statistiknya jadi tambah berkembang dan makin banyak orang yang tahu… Amin
September 24, 2008 at 11:57 pm
Saya lagi mulai nyusun tesis, saat ini saya kuliah di MTK IPB. Tesis saya diarahkan oleh pembimbing tentang Corespondensi Analysis, minggu depan saya harus mempresentasikan Robust Covariance, help me… anda punya ga bahan tentang Robust Covariance ? saya cari di internet, selalu hubungannya dengan matix. ditunggu balasannya,Thanks
September 25, 2008 at 5:41 am
Terima kasih untuk kunjunganna ke website kami. Covariance sendiri dinyatakan dalam bentuk matrik. Saya memiliki buku “Robust Statistics” karangan Marona. Bukunya terbilang baru terbit dan banyak mengulas tentang statistik robust. Marona sendiri penggagas estimasi covariansi robust dengan metode yang di sebut M-estimator. Semua pembahasan robust covariance pasti berhubungan dengan matrik.
Saya memiliki referensi robust covariance estimator dengan:
1. S-estimator
2. MCD-estimator
3. M-Estimator
4. MWCD-estimator
5. MVE-estimator
Thesis Saya menerapkan MCD-estimator dan MWCD-estimator dalam Analisis Diskriminan. Kedua Covariance Estimator tersebut bisa diaplikasikan di koresponden analisis untuk menjadikan koresponden analisis robust terhadap kehadiran data outlier.
Keseluruhan referensi estimator robust khususnya estinator untuk covariance kurang lebih satu CD. Jika Tina mau, Saya bisa kirimkan. Posisi Saya ada di Manokwari, Papua Barat. Tolong kirimkan alamatnya, terima kasih.
November 22, 2008 at 12:20 pm
Assalamu’alaikum WW
Salam Kenal sebelumnya, nama ane Abdurrahman. ane panggil Mas Suryana saja y, karena saya adik tingkat.
Senang punya senior yang pinter mau berbagi ilmu dan punya kegemaran yang sama dengan ane dalam hal blogging.
Terus terang ane baru saja belajar bikin blog, masih sangat sederhana dan kurang menarik. Isinya pun masih asal – asalan. Niatnya menulis tentang aplikasi statistik dalam kehidupan sehari – hari.
Please visit my blog and give me advices to build up my blog good.
I hope we can discuss about statistics each other.
November 22, 2008 at 2:29 pm
Waalaikum salam…
Salam kenal juga, Rahman Angkatan Berapa?
Apa nama blognya? Biar Saya Buatkan Link ke Blog Rahman… Titip juga blog Saya di link di blog Rahman…
Dengan menulis, insya Alloh kita bisa lebih memahami makna statistik…. So, menulislah!!!
November 23, 2008 at 4:54 pm
bisa minta tolong contoh real tentang penerapan metode penarikan contoh
November 24, 2008 at 12:19 pm
assalamualaikum wr wb.
sakam kenal mas.
saya hendrawan toni, stis angkatan 2001.
eh boleh kenalin detail mas surya. saya naru sekilas membaca, lain kali saya coba kunjungi blog ini. trus penempatan dimana skarang?
mhn bales lah…
November 29, 2008 at 12:40 pm
Assalamualaikum Wr. Wb.
Gimana kabarnya? saya sangat senang melihat website ini, isinya cukup lengkap, kalo boleh usul tolong tambain metode stat. lainnya seperti analisis log linier, logistik, path analysis dan mungkin yang lainnya biar tambah lengkap. semoga sukses selalu.thanks.
December 11, 2008 at 10:18 am
Wa ‘alaikum Salam,
Lama tidak mendengar Arif. Kabar Saya Alhamdulillah baik. Bagaimana kabar Arif dan keluarga? Semoga Baik juga.
Mengenai usulannya Insya Alloh ke arah sana juga. Supaya lebih konkrit, Saya mengundang Arif dan teman-teman lain tuk sharing pengetahuan statistiknya. Silakan mengirimkan file lengkap dengan identitas ke suryana@bps.go.id. Terima kasih.
December 28, 2008 at 12:04 am
Aswrwb…
gimana kabarnya sur?
wah… bloganya bagus banget sur, n moga banyak membantu temen-temen yang membutuhkan informasi statistik terkini. Usulan saya gimana kalo ditampilin juga abstrak tesis temen-temen ITS, siapa tau ada yang lagi nulis n ngembangin tentang tema serupa…
January 3, 2009 at 5:00 pm
aslm. wr. wb.
saya harsa salah mhasiswa psikologi.
bisa tolong dijelaskan tentang penerapan ilmu statistika dalam psikologi!?
terima kasih sebelumnya.
January 8, 2009 at 9:49 am
ass. wr.wb
salah kenal mas.. saya lihat n baca profil mas surya. salut untuk mas surya. saya ingin belajar lebih dari mas surya. meskipun dengan ilmu yang sedikit saya berusaha membuat blog tentang statistika. sangat jauh dari memuaskan. mohon kritik dari mas surya. JAZZ…
wassalam
January 19, 2009 at 1:32 pm
Halo, kang Suryana.. Lama tidak bertemu. Dulu jadi adik kelas di STIS, sekarang jadi adik kelas (lagi) di ITS. Nice blog. Bisa posting tentang Stokastik ndak? Saya agak bingung.
Bisa konsul via email ga? Apa emailnya? Coz saya lagi bingung memilih Analisis Bayesian atau Time Series.
Thanx..
February 5, 2009 at 3:20 pm
Assalamu alaikum pak
Semoga masih ingat ma saya
Alumni ITS juga, tapi dari kelas reguler
Aga kareba pak? Masih suka makan coto kan? hehehe
Wah, saya telat dapat site ini, padahal dah dari dulu searching blog statistik, ternyata ada yg temen sendiri
Di kampus sy kebetulan belum ada jurusan statistik, tapi karena sy satu2nya yg dr statistik, semua matakuliah yg berhubungan dengan statistik di kasih ke saya. Masalahnya yg diajar bukan org statistik, kadang-kadang jd bingung memakai istilah2 yg terlalu teoritis seperti yg diperoleh waktu kuliah dulu….seperti derajat bebas, alfa, daerah kritis….dsb, ada saran ga pak?
Ato gini deh, mungkin sy menjelaskan ke mhswnya terlalu teoritis kali ya, pak suryana bisa ga kasih saran topik2 statistik yg dasaaar banget, yg mungkin bisa dipahami oleh yg awam statistik?
Oya, pak suryana kayaknya perlu tau juga kalo mhsw disini itu kebanyakan adalah hasil saringan dari univ. di makassar (maksudnya yg ga ketrima di univ. di mks, jadinya kuliah disini….hehehe) trus, sy juga ada mhsw yg staf di BPS kabupaten, tapi kok ga ngerti alfa ya..??
thanks
February 9, 2009 at 10:41 am
salam kenal
nama saya hafizd. setelah membaca wordpress anda, saya jadi tertarik untuk belajar lebih dalam mengenai statistik. apakah bapak membuka les statistik? atau jika boleh, saya ingin bermain kerumah bapak, agar bisa belajar banyak tentang statistik. saya ingin sekali mahir dalam data analysist.meskipun saya bukan berasal dari statistik, tapi tugas akhir saya banyak bersentuhan dengan statistik. dari sini saya belajar, bahwa statistik sangat penting untuk diterapkan tidak hanya dalam penelitian tapi juga dalam pengambilan keputusan. ini nomor hp saya 081218551819. jika tidak keberatan, bapak bisa memabalasnya ke alamat email saya: apeace_yakusa@yahoo.com. terima kasih
February 17, 2009 at 10:34 am
Ass. wah seneng rasanya dapet kakak kelas yang bersedia bagi2 ilmu ke adek2nya. oh iya kang, kadang2 pemda minta kita (BPS) ramal pertumbuhan ekonomi sampai 5 tahun kedepan. kira2 ada saran gak cara menghitungnya karena data series yang kita punya cuma 6 tahun (misalnya) Terima kasih banyak sebelumnya atas pencerahannya
February 17, 2009 at 10:43 am
Walaikum salam. Salam kenal juga. Rahmat angkatan berapa dan penempatan mana?
Untuk pemodelan pertumbuhan ekonomi menurut saya tidak bisa hanya mengandalkan univariat saja. Apalagi seriesnya hanya 6 tahun yang artinya hanya enam data yang dimiliki. Meski demikian, Prof Nur Iriawan (ITS), berhasil membuat model peramalan dengan hanya empat data saja. Hasilnya bisa dimanfaatkan hingga sekarang (lihat grafik WYSIG yang ada di koran kompas untuk mengamati pergerakan saham). Cuma detail prosesnya masih harus berguru ke beliau.
February 26, 2009 at 12:05 pm
haa….
berarti temennya mas Andreas dunk…
salam ya mas…^___^
hehe kakak tingkat donk
March 4, 2009 at 4:46 pm
Slamat sore Pak Suryana…
mohon bantuannya…
Bapak punya buku “Robust Statistics” karangan Marona y???
Bapak bs bantu saya, saya sedang menjalani skripsi…
kebetulan saya sedang mencari bahan tentang S-estimator dan M-estimator…
Bapak punya referensi robust covariance estimator dengan:
S-estimator & M-Estimator khan???
Bs kirimkan ke saya ga Pak???
email saya: nelly_dpofc@yahoo.com
trims sebelumnya ya Pak…
March 6, 2009 at 8:31 am
Kebetulan Saya punya softcopynya. Tapi maaf, belum bisa dikirimkan karena Saya masih di luar kota. Insya Alloh, kalau sudah kembali ke Manokwari, Saya sempatkankan diri tuk kirim.
March 5, 2009 at 11:20 am
Assalamu’alaikum wr. wb
Sykran atas ilmu-ilmunya..
subhanallah..
Jazakallahu bi ahsanul jaza, amin…
March 6, 2009 at 8:29 am
Waiyakum…..
April 15, 2009 at 8:07 pm
saya sangat tertarik dengan metode quick count?sebenarnya seberapa validnya quick count tsb?trus mengapa banyak pihak yang bilang kalau sebenarnya quick count belum bisa 100% untuk dipercaya?makasieh sebelumnya
April 18, 2009 at 9:37 am
To Gusti Ayu …. Metode Quick Count sebenarnya metode estimasi biasa seperti estimasi proporsi. Ketepatan suatu metode estimasi sangat bergantung pada presisi yang ditetapkan pada saat penentuan sampel TPS yang berakibat pada besaran sampel TPS yang terpilih. Selain itu, sebaran atau distribusi sampel TPS juga sangat menentukan mengingat basis masa partai di Indonesia tidak homogen. Cara paling gampang menentukan Lembaga Survei mana yang metode Qiuck countnya paling tepat adalah dengan membandingkan hasil akhir penghitungan KPU sebagai parameter populasi dan hasil penghitungan lembaga survei sebagai estimasi statistiknya. Selisih yang paling kecil dari kedua hasil penghitungan tersebut menunjukkan presisi yang paling baik. Jadi, Quick Count di mata statistisi bukan hanya siapa pemenangnya tetapi seberapa besar presisi dari estimasi perolehan suara yang dihasilkan. Demikian.
April 18, 2009 at 3:08 am
Blog yang luar biasa; sangat bermanfaat sekali mas. Great jobs. Beneran.
Saya dapat belajar statistik melalui statistika terapan ini. Dan yang lebih mantab, saya merasa belum bisa apa-apa nih. Terutama dibidang amal jariah seperti ini.
Sukses mas Suryana. Insya Allah akan menjadi amal jariah. Tetap sehat dan makin mantab serta SELALU MENCERAHKAN. Amin.
Thanks berat ya
April 18, 2009 at 9:20 am
Trims mas Rusmanik tuk silaturahminya….
May 7, 2009 at 11:19 am
Salam kenal pak,
terima kasih ya pak artikel-artikel yang bapak publish di blog bapak…bener-bener bermanfaat…pokoke keren bgt sip buat bapak
thx a lot ya pak
-tetep semangat-
May 8, 2009 at 5:33 pm
Salam kenal juga tuk Anie…. Terima ksih tuk kunjungannya.
May 12, 2009 at 2:18 pm
iya pak sama-sama….
semangat buat bapak
moga informasi yang bapak share ke kami dapat bermanfaat buat calon ilmuan mendatang amin….
wishfull the best
May 8, 2009 at 2:20 pm
assalamu’alaikaum mas…
salam knal saya rahmat…
mas surya bisa ngasih contoh penerapan ilmu statistik dalam ekonomi ga mas??
trimakasih mas..
assalamu’alikum
May 8, 2009 at 5:31 pm
Salam kenal balik Mas Rahmat…
Untuk pertanyaannya, Contoh yang paling dekat dengan kehidupan kita adalah soal perubahan harga-harga. Ilmu Statistik diterapkan pada kasus itu, muncullah perhitungan indeks harga konsumen. Perubahan indeks harga konsumen akan menghasilkan inflasi (kalau terjadi kenaikan) atau deflasi (kalau terjadi penurunan). Kalau indeks harga konsumen diamati dalam jangka waktu yang relatif lama maka kita kan menerapkan ilmu statistik berupa pemodelan time series dan seterusnya. Semoga Rahmat bisa menemukan contoh lain penerapan ilmu statistik dalam bidang ekonomi. Demikian, terima kasih tuk silaturrahminya.
May 12, 2009 at 2:15 pm
Assalamualikum..pak suryana apakabar? hopefull bapak baek-baek aja. saya mau tanya nih pak, sebenarnya penggunaan m-estimate untuk menduga covarian, tekiknya seperti apa? soalnya jurnal dan buku-buku yang saya baca rata-rata m-estimate digunkan untuk parameter Beta pada regresi… nah bapak bisa bantuib saya engga untuk mengejelasin perbedaan pendugaan covarian untuk m-estimate atau s-estimate. terimakasih..kalo bapak punya link situsnya boleh juga hehehehehe.
oya pak ada lagi yang saya mau tanya, sumber referensi untuk metode MCD dan MWCD dari mana ya pak?
makasih maaf kebanyakan nanya…
Semangat buat bapak…
May 12, 2009 at 2:17 pm
oya pak ini alamat email saya yhani_chan2000@yahoo.com
thx
May 12, 2009 at 4:40 pm
M-estiamte dikembangkan 0leh Maronna. Detil tentang M-estimate ada pada buku Robust Statistics karangan Maronna dkk. Kalau Anie berminat dengan bukunya, akan saya kirimkan via pos. Tolong berikan alamat lengkapnya via email suryana@bps.go.id.
Kalau MCD lebih banyak merujuk pada journalnya Rousseeuw. Sedang MWCD digagas oleh Roelant. Kebetulan Thesis Saya membandingkan kinerja analisis diskriminan dengan menggunakan mcd dan mwcd. Tks.
May 15, 2009 at 1:16 pm
Assalamualikum pak…
saya mau koment lagi nih…
pak tadi saya mau coba download
“A Fast Algorithm for the Minimum Covariance Determinant Estimator (1998)”
by by Peter J. Rousseeuw, Katrien Van Driessen
di site ini ftp://wins.uia.ac.be/pub/preprints/97/statfastmcd.ps.gz tapi kenapa yah pak..ko ga bisa-bisa ya
kenapa ya??? apa dah engga diupload lagi ya paper itu.
thx
May 28, 2009 at 4:03 pm
To: ANIE. Setahu Saya, jurnal itu ada di media yang berbayar.
May 29, 2009 at 8:04 am
buat mbak anie….
saya ada jurnal yang mbak cari, kl mau saya bisa kirim ke email mbak, pa email mbak yang ada di atas itu???
May 29, 2009 at 10:22 am
To Khusnul, ni emal Anie: yhani_chan2000@yahoo.com. Saya belum sempat tuk kirim file. kalau sempat, kirimkan ya. Tks.
June 20, 2009 at 1:05 pm
maaf baru balas… iya mbak email saya yang diatas…thx bgt ya mbak… alhamduliah akhirnya ada yang bentu juga
buat mbak khusnul semangat ya
June 3, 2009 at 12:39 am
love the post thank you.
June 17, 2009 at 11:47 am
Assalaamu’alaikum,
Mas Suryana, selamat ya bisa menerapkan & membagi ilmunya.
Kita satu almamater di STIS.
Terimakasih blognya, bisa untuk belajar lagi.
^_^
June 20, 2009 at 1:10 pm
assalamualkum pak suryana selamat siang…
maaf pak saya tadi baru membalas emal bapak…
soalnya dah hampir 2 mingguna saya modem saya ga bisa kepake…
oy pak saya ada macro sas untuk robcov tapi saya masih bingung gimana cara negrun nya… soalnya selama di perkuliahan saya tidak pernah menggunakan macro sas tapi yang pernah diajarkan mungkin sebatas proc iml,glm atau anova…
kira-kira bapak bisa mengruning macro sas? thx..
oy pak ini link macronya
http://math.yorku.ca/SCS/sasmac/robcov.html
June 20, 2009 at 1:39 pm
Kamu buka saja helpnya sas, cari dengan kata kunci “MCD,” habis gitu ubah bagian datanya sesuai data yang mau diolah. That’s it!
June 20, 2009 at 1:13 pm
always sukses buat bapak….
June 21, 2009 at 9:57 pm
Assalamualakium pak.. selamat malam pak maaf menggangu lagi, anjuran bapak sudah saya cobakan dengan menambahlan proc IML pada program syntak tersebut akhirnya perogram tersbut bisa dijalankan.. tapi saya ada macronya sendiri hasil dari browsing bapak bisa melink
http://euclid.psych.yorku.ca/ftp/sas/macros/robcov.sas
tapi sayang pak, saya masih ga ngeti cara mengrun dengan macro ini.. kira-kira bapak bisa bantu???
terima kasih
and sukses teruz buat bapak
semangat….
June 25, 2009 at 4:40 pm
Assalamu”alaikum
hallo mas suryana, saya nardi angkatan ke-2 its-bps.
saya dengar mas suryana jadi salah satu kasi di bidang sosial khan, saya mau nanya bagaimana menghitung angka harapan hidup pake data susenas. saya ada program mortpack tapi kagak bisa jalaninnya. thanks atas bantuannya.
June 26, 2009 at 11:26 am
Mas Sur, minta tolong dong kasih tahu cara penghitungan mencari angka harapan hidup, kalau punya softfilenya kirimin dong!!!
thanks atas bantuannya.
August 4, 2009 at 2:29 pm
selamat siang pak suryana.. apa kabar?
maaf menggangu lagi… ada yang ingin saya tanyakan.. sebenernya cukup basic sekali dan sifatnya filosofi…
kenapa penduga MCD kinerjanya dangan meminimumkan determinan matriks covaraiant? dengan meminimumkan determinannya, apa sebenarnya kaitannya dengan komponen utama?
dalam algoritma AKU (ANALISIS KOMPONEN UTAMA) setau saya tidak ada kaitannya dengan nilai determinan suatu matriks covariant
terima kasih…
mohon bantuannya ya pak
selamat siang
August 5, 2009 at 3:16 pm
@ Yani: Secara filosofi, analisis komponen utama mendekomposisi matrik varians kovarians. Coba merefer ke bukunya Johnson. Meski tidak diuraikan secara teori tetapi dalam bab PCA di sana diuraikan penaksiran nilai eigen dari matrik varians kovarians. Masalahnya adalah ketika data mengandung data outlier, estimasi matrik varians kovarians dengan MLE lemah karena permasalahan nilai breakdownpointnya. Satu saja nilai outlier terkandung dalam data akan mengakibatkan nilai eigen menuju tak hingga.
MCD mencoba mengatasi kelemahan estimasi matrik varians kovarians dengan MLE agar ada tidak ada outlier estimasi nilai eigen lebih stabil. Demikian, terima kasih.
August 7, 2009 at 5:55 pm
iya pak, saya juga sudah membacanya… mungkin saya belum nangkap saja apa maksud dalam buku johnson. Tapi yang masih saya bingungkan kenapa kinerja MCD adalah dengan ” meminimumkan determinana”, kenapa harus diminimumkan? filosofinya apa? terima kasih pak… maaf jadi merepotkan bapak lagi
August 21, 2009 at 10:39 am
Assalamualikum pak… apa kabar? saya doa kan bapak sekeluarga sehat walafiat…
oy pak, saya ingin mengucapakan selamat menjalankan ibadah puasa…. mohon maaf lahir dan batin ya pak….
sukses selalu buat bapak
August 23, 2009 at 3:25 pm
@ Yani: Waalaikum salam. tks tuk do’anya. Smoga kita semua sukses jalani ibadah puasanya.
August 25, 2009 at 12:35 pm
Dear Mr Suryana,
Wah blok anda menarik pa Suryana. saya ingin memperkenalkan diri nama saya yosep AIS angkatan 36 saya mungkin akan belajar membuat bloq juga kedepan sambil belajar dan bisa bertukar informasi lulus STIS tahun 2002. Master saya di International development Economics dengan pendekatan econometrics. Saya sedang mencoba mempelajari bayesian analysis. Kalau pak suryana punya e-book bisa minta dikirim nih
best regards
August 30, 2009 at 2:15 pm
@ Mas Yosep: salam kenal mas, pastinya kita saling tahu karena kita pernah bertemu di kampus tercinta STIS. Soal e-book, ada Mas Yosep. Ada 150 judul yang bisa dibaca. Tapi, untuk kemudahannya, silakan hubungi mas Catur di Lampung, kumpulan e-book statistik di beliau mungkin lebih lengkap.
August 31, 2009 at 5:32 pm
Oh ya mas, kalo di SPS ITS yang didapatkan mata kuliah apa saja ?, terimakasih.
September 2, 2009 at 4:30 pm
kang suryana bisa minta tolong ada materi tentang analisis diskriminan meminimumkan kesalahan klasifikasi yang lengkap, terima kasih sebelumnya
September 3, 2009 at 9:00 pm
ass mas…smoga masih ingat aq lilik angk 40 yg sama2 jg di sosial, salut banget mas blognya, wah hebat…., beberapa kali aq jadikan referensi to tugas2, kebetulan nih lg di unpad,klo boleh usul mas tambahin pembahasannya tentang stokastik dan teori statistiknya ya, oya bisa tdk konsultasi lwt email pribadi mas?trimakasih banyak ya mas , semoga sukses
wass
September 4, 2009 at 3:33 pm
Wassalamualaikum Salam Lik, terima kasih tuk kunjungannya. Konsultasi pribadi (tepatnya diskusi kali ya) silakan aja ke email suryana@bps.go.id. Mengenai topik stokastik semoga bisa diupload di waktu mendatang.
October 28, 2009 at 5:24 pm
wah salam kenal juga dari alumni STIS juga pak angkatan 46,,mudahan bapak bisa berkunjung ke blog saya,,makasih
October 28, 2009 at 11:28 pm
maaf pak, minta tolong di kasi contoh program sas untuk analisis ragam model AMMI. terima kasih sebelumnya…
October 29, 2009 at 3:10 pm
saya riza dari angkatan 46, A mufti mungkin pura-pura lupa pak.
mohon kritik dan sarannya pak untuk blog saya masih banyak yang harus diperbaiki terutama isinya
salam
October 30, 2009 at 11:57 am
assalamu’alaikum. Saya Itsna.Mahasiswa tu-bel juga di ITS kerjasama PU sedang menyusun tgs akhir. untuk tgs akhir saya imgin meneliti faktor yang mempengaruhi keputusan pemerintah dalam menentukan besarnya anggaran dalam penyelemggaraan (peremcanaan, pembangunan,pemeliharaan) bangunan pemerintah. mohon petunjuknya, analisis apa yang dpat saya pakai dan tahap2nya?jika saya memggunakan analiis faktor dlm penelitian saya, apa perlu dilengkapi metode lain yang spesifik? Jawaban Bapak saya tunggu secepatnya.
October 30, 2009 at 12:03 pm
Assalamu’alaikum Pak. saya Itsna nahasiswa tu-bel juga di ITS. Mohon bantuan Bapak,jika saya ingin meneliti faktor yang mempengaruhi keputusan pemerintah dalam menentukan besarnya anggaran yang digunakan dalam penyelenggaraan bangunan gedung di masing2 instansi, analisis apa yang dapat saya pakai? jika saya menggunakan analisis faktor, metode apa yang tepat dan langkah2nya seperti apa? mohon Bapak dpat membantu saya. jawaban Bapak Saya tunggu secepatnya. terima Kasih.
October 31, 2009 at 2:48 pm
bagus mas site-nya, bermanfaat sekali.
Johan
August 11, 2009 at 4:26 pm
@ Yani: MCD merupakan perbaikan dari metode sebelumnya yaitu Minimum Volume Ellipsoids (MVE). Secara filosofi data dikatakan normal jika berada dalam bangun ellipsoid. Salah satu unsur yang membangun volume ellipsoids adalah determinan dari matrik varians kovarians. Sekali lagi coba rujuk bukunya Johnson yang membahas mengenai volume ellipsoid yang dihitung dari determinan matrik varians kovarians…… (maaf ingat materinya gak ingat rumusnya). Dengan meminimumkan determinan akan dihasilkan volume ellipsoids yang minimum juga. Dengan demikian, tidak banyak outlier yang akan disertakan dalam analisis karena secara posisinya berada di luar bangun ellipsoids tadi. Demikian.
August 19, 2009 at 12:13 pm
oh gitu ya pak…
alhamdulilah ada pencerahan juga heheheh..
soalnya saya bingung pak….
thx banget ya pak udah ngejelasin ke saya
selalu sukses buat bapak
August 19, 2009 at 12:20 pm
oh gitu ya pak…
alhamdulilah ada pencerahan juga heheheh…soalnya saya bingung pak….
thx banget ya pak udah ngejelasin ke saya and
selalu sukses buat bapak
oya pak ada lagi… kalo proporsi pencilan dalam peubah ganda diperbesar katakan 5% menjadi 20% imbas yang akan kita dapatkan dengan metode MLE adalah eigen value-nya akan terus meningkat..atau tidak stabil…sejalan dengan peningkatan prooprsi pencilan.Dengan ketidakstabilan ini dampak apa yang akan kita peroleh? selain keragaman dari komponen utama yang pertama lebih didominiasi oleh data pencilan atau tidak mengcover data pada umumnya…
terima kasih… maaf jadi banyak nanya….