March 2009


Posting berikut merupakan tulisan ketiga yang membahas analisis konjoin. Kali ini, tulisan difokuskan pada interpretasi output analisis konjoin. Output dapat dilihat pada posting yang berjudul, “Mengolah Analisis Konjoin dengan SPSS 15.”

SPSS 15 menghasilkan output analisis konjoin dalam beberapa bagian. Ada bagian yang menganalisis preferensi konsumen secara individu ada juga bagian yang menampilkan secara keseluruhan (overall).

Click me if you wanna know more!

Analisis konjoin adalah sebuah teknik guna mengukur preferensi konsumen terhadap atribut (spesifikasi atau fitur) sebuah produk atau jasa. Analisis konjoin berdasarkan pada subjektifitas konsumen terhadap beberapa kombinasi fitur yang ditawarkan. Subjektifitas konsumen ini diukur melalui peringkat (rank) atau skore (skala likert). Hasil analisis konjoin berupa informasi kuantitatif yang dapat memodelkanpreferensi konsumen untuk beberapa kombinasi fitur produk.

Analisis konjoin terdiri dari beberapa tahap. Pertama, memilih beberapa kombinasi atribut dan level dari masing‐masing atribut. Selanjutnya, kombinasi atribut ini diberi peringkat oleh beberapa responden (konsumen). Terakhir, analisis terhadap penilaian responden dilakukan untuk mengetahui preferensi konsumen.

SPSS 15 menggunakan pendekatan full‐profile di mana peringkat dari kombinasi produk ditentukan oleh level dari semua faktor tertentu. Masalahnya adalah meskipun telah dengan sangat selektif dipilih kombinasi fitur produk yang paling berpotensi tetapi jumlah kombinasi yang dihasilkan sangat banyak. Jika ada 4 faktor dengan 3 level akan menghasilkan 81 kombinasi produk (3×3x3×3). Seorang konsumen akan kesulitan memberi peringkat dari ke‐81 kombinasi produk tersebut selain membutuhkan waktu yang relatif lama.

Baca Selengkapnya di mengolah-analisis-konjoin-dengan-spss-15.