Memasuki masa pemilihan umum, banyak janji ditebarkan si calon “pemimpim” baik calon presiden, calon gubernur, maupun calon walikota atau bupati. Salah dua janji yang sering dilontarkan adalah pendidikan dan kesehatan gratis. Dua sektor ini memang sangat menyentuh sebagian besar rakyat kita. Padahal secara tidak langsung, janji pendidikan dan kesehatan gratis dari calon incumbent menunjukkan ketidakberhasilannya dalam membangun manusia di tanah air selama kepemimpinannya.
Tengoklah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dilaporkan UNDP. Kita berada jauh di belakang negara-negara berpenduduk terbesar di dunia seperti China, India, dan Amerika. Kita juga masih tertinggal dibandingkan negara Singapura, Philipina, Malaysia, dan Bruney Darussalam. Rasanya, 63 tahun merdeka belum bisa membangun apa-apa, hanya keberhasilan demokrasi saja yang kita usung dengan menelan triliunan rupiah melalui pertarungan para pemimpin dalam menduduki kursi panas presiden, gubernur, atau bupati/walikota. Sementara rakyat harus berjuang sendiri mengentaskan kemiskinan yang melilitnya, berusaha sekuat tenaga agar tetap bersekolah untuk merubah nasibnya, atau mengais sejumput rezeki di tengah kekhawatiran kejaran trantib yang dipesan untuk memperindah kota agar si kaya tidak terganggu pemandangannya saat berkendara. (more…)