November 2007


Assalamualaikum,

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Sang Maha Pemilik Ilmu. Tidak terasa, waktu terus bergulir. Tetapi, kecepatan waktu belum bisa penulis imbangi dengan mengupdate blog ini secara rutin. Kesibukan kantor, jaringan internet kantor yang sedang terputus karena kepindahan kantor ke gedung baru sedikit banyak mempengaruhi frekuensi penulis untuk menuliskan tema-tema perstatistikan yang baru.

Dalam pada itu, penulis sempatkan diri untuk menerima konseling baik melalui email, sms maupun telepon. Meskipun belum bisa melayani semua, tetapi dari yang sedikit itu kadang memberi kepuasan bathin tersendiri. Penulis sangat terharu pada Sdri Ririn Aimatus, seorang mahasiswi Universitas Brawijaya. Melalui blog ini, Ririn menemukan topik skripsinya yaitu Robust PCA. Meskipun hanya melakukan diskusi pada saat-saat yang dibutuhkan Sdri Ririn, sedikit banyak perkembangan penulisan skripsinya penulis amati. Mulai dari sidang proposal hingga sidang akhir yang ditutup dengan nilai A. Selamat untuk Ririn Aimatus!

Kepada pengunjung blog yang juga sedang menuntaskan penulisan akhirnya, penulis berharap agar memperoleh hasil maksimal yang memuaskan. Semoga upaya Anda membuahkan hasil yang diharapkan.

Wassalamualaikum.

Rata-rata dan median merupakan dua ukuran pemusatan data. Keduanya mempunyai karakter yang berbeda. Rata-rata sangat baik digunakan apabila data dalam kondisi normal, tidak terdapat pencilan, tidak menceng. Rata-rata sangat dipengaruhi pengamatan pencilan. Sebagai contoh, dari 1, 3, 4 dan 2 diperoleh rata-rata 2,5. Apa yang terjadi jika kita tambahkan datum 10 pada sekumpulan data tadi? Rata-rata kini menjadi 4, berbeda dari data sebelumnya.

Berbeda dengan rata-rata, median lebih resisten terhadap pengamatan pencilan. Data di atas setelah diurutkan mejadi  1, 2, 3 dan 4. Di sini median sama dengan 2,5. Setelah ditambah datum 10, urutan data menjadi 1, 2, 3, 4, dan 10. Mediannya kini menjadi 3. Median 3 lebih dekat ke 2,5 daripada rata-rata 4. Mengapa demikian? (more…)

Mencermati angka-angka yang dipublis BPS cukup menarik. Setiap bulannya, BPS senantiasa memberi informasi pada kita tentang indikator ekonomi bangsa ini. Pertumbuhan ekonomi, angka inflasi, indeks harga konsumen dan lain-lain. Bagi masyarakat awam, apa artinya angka-angka itu? Lain halnya bagi pelaku ekonomi, angka-angka itu penuh makna. Apatah lagi bagi politikus khususnya bagi pihak oposisi. Semua data BPS difitnah ”pesanan pemerintah,” benarkah? (more…)

Analsis diskriminan merupakan analisis multivariat yang digunakan untuk mengelompokkan objek atau individu dari kelompok yang telah diketahui. Ide dasarnya adalah kombinasi linear dari variabel prediktor.

Dalam bisnis seringkali dibutuhkan aturan untuk membedakan beberapa kelompok. Misalnya, Bank akan berkepentingan untuk membedakan peminjam bermasalah dan peminjam yang sehat. Dengan fungsi diskriminan masalah itu bisa di atasi.

Diskriminan