Assalamualaikum,

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Sang Maha Pemilik Ilmu. Tidak terasa, waktu terus bergulir. Tetapi, kecepatan waktu belum bisa penulis imbangi dengan mengupdate blog ini secara rutin. Kesibukan kantor, jaringan internet kantor yang sedang terputus karena kepindahan kantor ke gedung baru sedikit banyak mempengaruhi frekuensi penulis untuk menuliskan tema-tema perstatistikan yang baru.

Dalam pada itu, penulis sempatkan diri untuk menerima konseling baik melalui email, sms maupun telepon. Meskipun belum bisa melayani semua, tetapi dari yang sedikit itu kadang memberi kepuasan bathin tersendiri. Penulis sangat terharu pada Sdri Ririn Aimatus, seorang mahasiswi Universitas Brawijaya. Melalui blog ini, Ririn menemukan topik skripsinya yaitu Robust PCA. Meskipun hanya melakukan diskusi pada saat-saat yang dibutuhkan Sdri Ririn, sedikit banyak perkembangan penulisan skripsinya penulis amati. Mulai dari sidang proposal hingga sidang akhir yang ditutup dengan nilai A. Selamat untuk Ririn Aimatus!

Kepada pengunjung blog yang juga sedang menuntaskan penulisan akhirnya, penulis berharap agar memperoleh hasil maksimal yang memuaskan. Semoga upaya Anda membuahkan hasil yang diharapkan.

Wassalamualaikum.

Penempatan dinas di tanah Papua memang bukan hal yang mudah. Keterbatasan akses, jaringan, referensi dan lain-lain sempat menyurutkan semangat menuntut ilmu. Belum lagi biaya akses internet yang bisa tiga kali lipat di Jawa. Bayangkan, untuk bisa surving internet selancar di Jawa harus merogoh kocek Rp. 12.000 per jam. Padahal waktu di Surabaya atau di Jakarta dulu, Rp. 4.000 sejam saja sudah banyak informasi yang didapat.

Memanfaatkan HP sebagai alat komunikasi sekaligus untuk akses internet sedikit membuka keterisoliran tanah Papua. Informasi apa saja bisa diperoleh dengan mengandalkan kekuatan si ‘jempol.’ Meskipun tidak dapat mengupload rumus-rumus, HP sedikit membantu untuk mengamati perkembangan pengunjung blog ini.

Sekarang, komunikasi bisa lebih intens lagi, pengunjung bisa memanfaatkan facebook. Silakan menginvite facebook penulis: suryana_sst@yahoo.com. Dengan mengirim pesan statistikaterapan, penulis akan mengenali bahwa ‘friends’ yang menginvite adalah pengunjung blog ini.

Semoga demam facebook bisa menggugah pemanfaatannya untuk pengembangan pengetahuan perstatistikan kita, khususnya penulis.

Data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) merupakan data yang memuat informasi sosial ekonomi terlengkap yang diselenggarakan secara kontinyu. Penyelenggaraan Susenas dilakukan setiap tahun sejak tahun 1963.

Salah satu variabel yang dapat dibentuk dari data Susenas adalah variabel tingkat pendidikan yang ditamatkan. Bagi orang awam, variabel ini dibentuk dengan mengkopi dari variabel Ijazah tertinggi dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Pada saat dilakukan tabulasi dipastikan akan terbentuk data missing yang jumlahnya tidak sedikit. Mengapa?

Temukan Jawabannya Dengan Mengklik File Berikut.

Selamat kepada Ririn Aimatus, Mahasiswi Universitas Brawijaya yang telah menulis skripsi dengan topik Robust PCA dengan penilaian sangat memuaskan.
Sebagai, pengasuh blog statistikaterapan.wordpress.com, Saya turut bergembira dengan kesuksesan tersebut. Sekali lagi, Selamat ya!

Posting berikut merupakan tulisan ketiga yang membahas analisis konjoin. Kali ini, tulisan difokuskan pada interpretasi output analisis konjoin. Output dapat dilihat pada posting yang berjudul, “Mengolah Analisis Konjoin dengan SPSS 15.”

SPSS 15 menghasilkan output analisis konjoin dalam beberapa bagian. Ada bagian yang menganalisis preferensi konsumen secara individu ada juga bagian yang menampilkan secara keseluruhan (overall).

Click me if you wanna know more!

Analisis konjoin adalah sebuah teknik guna mengukur preferensi konsumen terhadap atribut (spesifikasi atau fitur) sebuah produk atau jasa. Analisis konjoin berdasarkan pada subjektifitas konsumen terhadap beberapa kombinasi fitur yang ditawarkan. Subjektifitas konsumen ini diukur melalui peringkat (rank) atau skore (skala likert). Hasil analisis konjoin berupa informasi kuantitatif yang dapat memodelkanpreferensi konsumen untuk beberapa kombinasi fitur produk.

Analisis konjoin terdiri dari beberapa tahap. Pertama, memilih beberapa kombinasi atribut dan level dari masing‐masing atribut. Selanjutnya, kombinasi atribut ini diberi peringkat oleh beberapa responden (konsumen). Terakhir, analisis terhadap penilaian responden dilakukan untuk mengetahui preferensi konsumen.

SPSS 15 menggunakan pendekatan full‐profile di mana peringkat dari kombinasi produk ditentukan oleh level dari semua faktor tertentu. Masalahnya adalah meskipun telah dengan sangat selektif dipilih kombinasi fitur produk yang paling berpotensi tetapi jumlah kombinasi yang dihasilkan sangat banyak. Jika ada 4 faktor dengan 3 level akan menghasilkan 81 kombinasi produk (3×3x3×3). Seorang konsumen akan kesulitan memberi peringkat dari ke‐81 kombinasi produk tersebut selain membutuhkan waktu yang relatif lama.

Baca Selengkapnya di mengolah-analisis-konjoin-dengan-spss-15.

Next Page »